Senin, 31 Januari 2011

Teater Bejana “ZONDER LENTERA” – atawa HIKAJATNJA SATOE WIJKMEESTER RAKOES


Dalam Rangka Tahun Baru Imlek 2562 dan Menyambut Capgomeh/
In Celebrating Lunar New Year 2562 and Welcoming Capgomeh

Rabu - Kamis, 9 & 10 Februari 2011 – 20.00 wib | Wednesday - Thursday, February 9 & 10,  2011 - 8 p.m.

Teater Bejana “ZONDER LENTERA” –
atawa HIKAJATNJA SATOE WIJKMEESTER RAKOES

Sutradara: Daniel H.Jacob
Naskah asli (novel): KWEE TEK HOAY  (cetakan pertama: Drukkerij Panorama, 1930)
Adaptasi naskah: VERONICA B. VONNY
Pemain: Didi Hasyim, Lilis Ireng, Iqbal, Argum, Harry Prasetyo, Harrys Utomo, Dicky S., Kartika Indah Jaya, Endang Ayu, Zulkifli Lubis, Maya, Abenk, Bontot, Chow, Dogol, Lancip, Hendro Merah Jambu, Daniel, Eriska Saravati, Dewi Indah Jaya, Bontot, Yogi, Melky. Penata Artistik: Harrys Utomo. Penata Musik: Mahagenta. Penata Lampu: Sony Mawardi. Asisten Sutradara: Hendro Merah Jambu

Dua anak muda murid sekolah menengah, WILLEM TAN dan JOHAN LIEM, pulang kemalaman, di tengah hujan deras setelah nonton bola. Di tengah jalan, mereka dicegat seorang agen polisi pribumi bernama KABALERANG, yang memergoki mereka naik fiets (sepeda) zonder lentera (tanpa lampu). Kepada polisi itu,Willem berbohong, mengatakan bahwa mereka tinggal di Rumah Obat “GWA PO TONG”, dan nama mereka “HONG HIANG CIU” dan “CU PEK SAN” (yang sebenarnya adalah nama-nama obat yang ada di rumah obat tersebut!). Setelah diberi peringatan, mereka diperbolehkan meneruskan perjalanan.  Tak dinyana, keisengan dua anak sekolah itu membawa malapetaka besar bagi TAN TJO LAT, seorang wijkmeester (kepala kampung) Tionghoa yang gemar main judi, suka memeras penduduk dan menjilat atasan. Semuanya serba kebetulan dan tanpa rekayasa! Bagaimana itu bisa terjadi?

***  
One night, two high school students, WILLEM TAN and JOHAN LIEM, on the way home in the middle of heavy rain after seeing a football match, are being intercepted by local policeman named KABALERANG, as he saw them riding a fiets (bike) zonder lentera (without lamp). Willem lies to the police by explaining that they live in a pharmacy store ‘GWA PO TONG and their names are “HONG HIANG CIU” and “CU PEK SAN” (which are names of the drugs in the store!). After received a warning, they are allowed to continue the trip. Unexpectedly, at the end, their naughtiness bring the big catastrophe for TAN TJO LAT, a chinese wijkmeester (Chief of the village) who likes gambling, likes to blackmail the residents, and flatter the superior. Everything is accidental and happens naturally. How could that happen?
           
Tiket:Rp 50.000,- , Rp 40.000,- (balkon)

Informasi:
Gedung Kesenian Jakarta - Roelly: 3808283, 3441892 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar